Blogroll

widgets

Jumat, 14 Oktober 2011

DATABASE.........!!!


Sebuah Rangkuman Materi: “Database”
2010
10.18
1. PENGERTIAN DATABASE
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari database, diantaranya:
a) Menurut Gordon C. Everest : Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
b) Menurut C.J. Date : Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi  dari suatu organisasi.
-  Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
-  Data output adalah data yang dihasilkan sistem
-  Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
c) Menurut Toni Fabbri : Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
d) Menurut S. Attre : Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.
Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
  • Sifat-sifat database :
- Internal                  : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
- Terbagi/share     : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).
  • Elemen-elemen database :
1. Tipe  :
  • Enterprise =  Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
  • Entity =  File  =  Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
  • Atribute =  Field = Data item  =  Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
  • Record =  Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file.
Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.
2. Isi / Nilai :
  • Data File               :  Seluruh isi data pada file
  • Data Record         :  Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
  • Data Value           :  Isi data masing-masing data elemen
2. DATABASE MANAGEMENT SYSTEM
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari database Management system, diantaranya:
  1. Menurut C.J. Date       : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
  2. Menurut S, Attre         : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
  3. Menurut Gordon C. Everest   :  DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
Jadi, DBMS  :  Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
Fungsi DBMS :
  • Definisi data dan hubungannya
  • Memanipulasi data
  • Keamanan dan integritas data
  • Security dan integritas data
  • Recovery/perbaikan dan concurency data
  • Data dictionary
  • Unjuk kerja / performance
Peran DBMS
Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
  • Mendefinisikan data dan hubungannya.
  • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
  • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
  • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
  • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
  • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
  • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurrent pada sumber daya data.
Contoh DBMS
  • IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
  • IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc, 1972
  • INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
  • System-R oleh IBM Research, 1975
  • ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
  • DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981
3. TIPE DATABASE
a. Database Hierarkis
Pada database Hierarkis, field atau record diatur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi). Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang kompleks.
b. Database Jaringan
Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent. Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.
c. Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum. Cara kerja database relasional dideskripsikan sebagai berikut: Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.
d. Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database relasional. Salah satu model database berorientasi objek adalah database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain.  Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video.
Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan sebagainya
e. Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.
Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay
4. Data Mining
a. Pengertian
Penggalian data (bahasa Inggris: data mining) adalah ekstraksi pola yang menarik dari data dalam jumlah besar. Suatu pola dikatakan menarik apabila pola tersebut tidak sepele, implisit, tidak diketahui sebelumnya, dan berguna. Pola yang disajikan haruslah mudah dipahami, berlaku untuk data yang akan diprediksi dengan derajat kepastian tertentu, berguna, dan baru. Penggalian data memiliki beberapa nama alternatif, meskipun definisi eksaknya berbeda, seperti KDD (knowledge discovery in database), analisis pola, arkeologi data, pemanenan informasi, dan intelegensia bisnis. Penggalian data diperlukan saat data yang tersedia terlalu banyak (misalnya data yang diperoleh dari sistem basis data perusahaan, e-commerce, data saham, dan data bioinformatika), tapi tidak tahu pola apa yang bisa didapatkan.
b. Proses Pencarian Pola
Penggalian data adalah salah satu bagian dari proses pencarian pola. Berikut ini urutan proses pencarian pola:
  • Pembersihan Data: yaitu menghapus data pengganggu (noise) dan mengisi data yang hilang.
  • Integrasi Data: yaitu menggabungkan berbagai sumber data.
  • Pemilihan Data: yaitu memilih data yang relevan.
  • Transformasi Data: yaitu mentransformasi data ke dalam format untuk diproses dalam penggalian data.
  • Penggalian Data: yaitu menerapkan metode cerdas untuk ekstraksi pola.
  • Evaluasi pola: yaitu mengenali pola-pola yang menarik saja.
  • Penyajian pola: yaitu memvisualisasi pola ke pengguna.
c. Teknik Penggalian Data
Pada dasarnya penggalian data dibedakan menjadi dua fungsionalitas, yaitu deskripsi dan prediksi. Berikut ini beberapa fungsionalitas penggalian data yang sering digunakan:
  1. Karakterisasi dan Diskriminasi: yaitu menggeneralisasi, merangkum, dan mengkontraskan karakteristik data.
  2. Penggalian pola berulang: yaitu pencarian pola asosiasi (association rule) atau pola intra-transaksi, atau pola pembelian yang terjadi dalam satu kali transaksi.
  3. Klasifikasi: yaitu membangun suatu model yang bisa mengklasifikasikan suatu objek berdasar atribut-atributnya. Kelas target sudah tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah bagaimana mempelajari data yang ada agar klasifikator bisa mengklasifikasikan sendiri.
  4. Prediksi: yaitu memprediksi nilai yang tidak diketahui atau nilai yang hilang, menggunakan model dari klasifikasi.
  5. Penggugusan/Cluster analysis: yaitu mengelompokkan sekumpulan objek data berdasarkan kemiripannya. Kelas target tidak tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah memaksimalkan kemiripan intrakelas dan meminimalkan kemiripan antarkelas.
  6. Analisis outlier: yaitu proses pengenalan data yang tidak sesuai dengan perilaku umum dari data lainnya. Contoh: mengenali noise dan pengecualian dalam data.
  7. Analisis trend dan evolusi: meliputi analisis regresi, penggalian pola sekuensial, analisis periodisitas, dan analisis berbasis kemiripan.

Rabu, 12 Oktober 2011

Cara mempercepat Shutdown dan Booting pada Windows XP dan Windows 7


  • CARA MEMPERCEPAT SHUTDOWN DI WINDOWS  7
Proses cepat shutdown Windows 7. Dimana kadang-kadang proses shutdown Windows 7 agak terhambat karena adanya sebuah process yang tidak merespon dan tidak bisa berhenti. Sedangkan waktu tunggu agar sebuah process terhenti pada Windows 7 secara default yaitu 12000 milidetik (12 detik). Untuk mempercepat proses shutdown, Anda bisa mengurangi waktu tunggu tersebut melalui Registry windows.
Untuk mengurangi waktu tunggu agar sebuah proses terhenti, seperti yang saya katakan diatas Anda dapat melakukan sedikit perubahan pada Registry windows. Dengan mengurangi waktu tunggu ini maka proses shutdown dapat dipercepat beberapa detik lagi. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Klik Start » Run, ketik regedit dan tekan Enter untuk membuka Registry Editor.
  2. Pada jendela Registry Editor, buka key HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control.
  3. Di sisi jendela sebelah kanan, klik dua kali (double click) value WaitToKillServiceTimeout untuk mengubah nilainya.
  4. Selanjutnya, di jendela Edit Value, ubah nilai menjadi 2000 (2 detik). Jadi waktu tunggu yang dibutuhkan sebelum sebuah proses yang tidak merespon dihentikan adalah 2 detik.
  5. Terakhir tutup Registry Editor.

  • CARA MEMPERCEPAT SHUTDOWN DI WINDOWS  XP
Di Windows 7, Anda hanya melakukan perubahan pada 1 (satu) value registry saja. Sedangkan di Windows XP, Anda mesti mengubah 2 (dua) value registry. Value registry yang akan kita ubah nilainya adalah HungAppTimeout dan WaitToKillAppTimeout.
HungAppTimeout dan WaitToKillAppTimeout fungsinya hampir sama yaitu berfungsi menentukan waktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk menunggu sebuah process yang tidak merespon untuk berhenti (dalam satuan milidetik) ketika user melakukan log off atau shutdown. Semakin besar nilai value tersebut, maka makin lama juga waktu yang dibutuhkan sistem untuk menunggu sebuah process berhenti. Jadi, agar proses shutdown bisa dipercepat maka kedua value tersebut mesti dikurangi nilainya. Berikut langkah-langkah memperingkat proses shutdown pada Windows XP:
  1. Click Start » Run. Ketik regedit dan tekan Enter untuk membuka Registry Editor.
  2. Pada jendela Registry Editor, buka key HKEY_CURRENT_USER//ControlPanel//Desktop.
  3. Selanjutnya, disisi kanan jendela klik 2 (dua) kali value HungAppTimeout untuk mengubah nilainya. Secara default nilainya adalah 5000 (5 detik).
  4. Pada jendela Edit String yang muncul, ubah nilainya menjadi 1000 (1 detik) dan klik OK.
  5. Masih dijendela Registry Editor dan pada key yang sama, klik 2 (dua) kali value WaitToKillAppTimeout di bawah key HungAppTimeout tadi. Secara default nilai dari key WaitToKillAppTimeout adalah 20000 (20 detik).
  6. Di jendela Edit String, ubah nilainya menjadi 2000 (2 detik).
  7. Terakhir tutup jendela Registry Editor.


  • CARA MEMPERCEPAT BOOTING WINDOWS XP
langkah-langkahnya agar booting windows anda menjadi lebih cepat :
Langkah 1 :
Buka aplikasi notepad
Ketikkan “del c:\windows\prefetch\ntosboot-*.*/q” (Tanpa tanda kutip )
dan save as dengan nama ntosboot.bat dalam drive c:\
Langkah 2 :
Lalu klik menu Start–>Run–> dan ketikkan gpedit.msc
Langkah 3 :
Klik Computer Configuration–>Windows Settings–>Script–>lalu klik 2 kali pada Shutdown
Langkah 4 :
Dalam Windows Shutdown Properties klik add lalu browse. lalu cari letak file ntosboot.bat yang anda buat tadi dan klik open
Langkah 5 :
Lalu klik OK ,Apply dan OK sekali lagi untuk menyelesaikannya
Langkah 6 :
Lalu klik menu Start–>Run–> dan devmgmt.msc
Langkah 7 :
Klik IDE ATA/ATAPI controllers–>Primary IDE Channel ( Klik 2 kali untuk membuka properties )
Langkah 8 :
Pilih Advanced Settings
Pada Device 0 atau Device 1
Ganti Device Type menjadi None ( Ganti saja pilihan Device Type yang tidak terkunci )
Langkah 9 :
Klik IDE ATA/ATAPI controllers–>Secondary IDE Channel ( Klik 2 kali untuk membuka properties )
Ulangi seperti Langkah 8
Langkah 10 :
Restart Komputer anda dan anda bisa lihat perubahannya.

  • CARA MEMPERCEPAT BOOTING WINDOWS 7
Langkah-langkah;
  1. Klik [Start] lalu ketik [msconfig] pada kotak Search kemudian tekan [Enter]
  2. Pilih dan klik tab [Boot]
  3. Klik pilihan [Advance Options…]
  4. Pada jendela [Boot Advance options] beri tanda centang pada [Number of proccessors] dan pilih 2 atau 4 dari menu dropdowsn (tetapi Anda hanya bisa memilih itu jika menggunakan processor dual-core atau quad-core).
  5. Proses selesai

Jumat, 07 Oktober 2011

Globalisasi Ekonomi

BAB 1
PENDAHULUAN

Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah
universal. Globalisasi adalah paradigma baru bagi setiap negara atau bangsa di dunia ini, konsep globalisasi yang berkembang pada 1985 menarik untuk di analisa walaupun selama ini konsep tersebut hanya digunakan untuk kajian ekonomi dan politik saja.

       Menurut Tonelson (1997 : 353) seorang ahli ekonomi, globalisasi adalah suatu keadaan di mana terjadi suatu peningkatan disebabkan oleh hubungan integrasi pasar di tingkat internasional, yang ditandai oleh perkembangan masuknya berbagai barang di pasaran internasional di seluruh dunia.

       Untuk memahami Konsep globalisasi lebih  lanjut, perlu dilihat faktor dan latar belakang penyebab kelahiran konsep ini pada pertengahan 80-an. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan lahirnya globalisasi, salah satunya adalah sebagaimana dijelaskan oleh Mitchell (1992) dan Tonelson (1997). Lahirnya globalisasi di seluruh dunia adalah akibat tindakan Kongres Amerika di bawah pimpinan presiden Reagen yang menjalankan kebijakan Neo-Liberalisme pada tahun 1984. Tujuan kongres Amerika itu merubah kebijakan untuk mengelak negara Amerika dari kemorosotan ekonomi sebagaimana telah menimpa seluruh dunia pada masa itu. Melalui kebijakan liberalisasi, deregularisasi dan penswastaan. Kebijakan ini menyebabkan investor Amerika Serikat lebih banyak menginvestasi keluar negeri. Kebijakan Amerika ini juga diikuti oleh negara Inggris yang di pimpin oleh Margeret Thatcher.

       Tindakan politik yang dilakukan oleh kedua pemimpin tersebut menyebabkan terjadinya persaingan secara besar-besaran dikalangan Serikat besar
multinational dan trans-nasional milik Amerika dan Inggris dalam kegiatan internasionalisasi. Akibat dari kebijakan ini maka gelombang besar globalisasi serta pembentukan ”orde baru ekonomi di dunia international” tak terbendung. Keadaan ini juga menyebabkan tercetusnya engine of the growth  atau terjadinya perubahan struktural dalam setiap aspek kehidupan di seluruh dunia, baik politik, sosial, budaya, teknologi, kemiliteran, kedokteran maupun aspek keagamaan. Perkembangan ini sekaligus telah membentuk suatu tamadun dunia baru secara umumnya, yang sangat berbeda dan tidak pernah di alami oleh umat manusia.

       Melihat latar belakang lahir dan berkembangnya globalisasi
sesungguhnya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan penyebarluasan neo-liberalisme yang dilakukan negara-negara kapitalis. Timbul pertanyaan, bagaimana pengaruh dan fungsi globalisasi untuk negara-negara miskin?. Benarkah globalisasi merupakan satu konsep penjajahan baru yang dikembangkan oleh negara-negara kapitalis untuk menjajah negara miskin?

       Secara umum, globalisasi adalah sebuah proses sistematis untuk merombak struktur perekonomian negara-negara miskin, terutama untuk pengkerdilan peran negara miskin dan peningkatan peranan pasar, sehingga memudahkan pengintegrasian perekonomian negara-negara miskin itu ke dalam genggaman negara-negara kapitalis. Dari pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa bahaya globalisasi bagi negara-negara miskin pada dasarnya terletak pada kelemahan kemampuan sebuah pemerintahan dalam melindungi kepentingan negara dan rakyatnya, dimana meningkatnya ketergantungan perekonomian negara-negara miskin terhadap pemenuhan kepentingan para pemodal negara-negara kaya. Dengan meningkatnya ketergantungan perekonomian negara-negara miskin terhadap pemenuhan kepentingan negara-negara kapitalis, fungsi pemerintah dalam perekonomian negara-negara miskin cenderung berubah. Mulai dari melayani dan melindungi kepentingan rakyat, pemerintah negara-negara miskin telah berubah fungsi menjadi pelayan dan pelindung kepentingan negara kapitalis. Pada tingkat yang lebih ekstrem, globalisasi bermuara pada terjadinya pelebaran kesenjangan sosial dan ekonomi.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Globalisasi Ekonomi
          Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
       Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
  • Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.
Kehadiran tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja
  • Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.
  • Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
  • Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.
  • Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia.

B. Dampak Pada Kondisi Internal

       Dalam hal dampaknya pada kondisi internal, globalisasi dapat mengubah pola perilaku pelaku ekonomi dalam proses produksi di satu pihak dan perubahan struktural ekonomi serta kebijakan ekonomi pemerintah di lain pihak. Perubahan dalam proses produksi antara lain dapat meliputi efisiensi dan intensifikasi penggunaan faktor produksi, bertambahnya frekuensi perdagangan dan investasi pada sektor-sektor yang dapat diperdagangkan (tradeable), serta berkembangnya industri nasional yang kompetitif. Sedangkan perubahan struktural yang mungkin terjadi dapat meliputi perubahan dalam sektor ekonomi dan orientasi sektor tradisional kepada sektor ekonomi modern. Perkembangan ini membawa implikasi pada perubahan kebijakan ekonomi mikro perusahaan dan makro ekonomi.

       Keuntungan dari perubahan struktural dengan adanya globalisasi bagi perusahaan ialah dalam mendorong perusahaan (pelaku ekonomi) untuk melakukan kerjasama antar perusahaan. Dengan adanya kerjasama ini, maka akan diperoleh hal-hal sebagai berikut:

(a)turunnya biaya untuk kegiatan penelitian dan pengembangan
  (R&D),
(b)memperpendek daur hidup produk (product life cycle),
(c)terjadinya lompatan teknologi: kemudahan perolehan teknologi serta
kerjasama dalam pembiayaan pengembangan teknologi,
(d)efisiensi biaya produk (cost of goods sold),
(e)perolehan sumber daya manusia yang berkualifikasi tinggi,
(f)kualitas produk berstandar internasional (standar ISO 9000
)
(g)kemudahan memperoleh sumber-sumber dana, dan
(h) masuknya teknologi informasi.


C. Dampak Pada Kondisi Eksternal

       Perubahan pada kondisi eksternal dapat meliputi perubahan dalam kebijakan perdagangan dan investasi internasional, sistem moneter internasional, dan hubungan ekonomi internasional lainnya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini selanjutnya tidak lagi dapat diidentifikasikan sebagai kegiatan nasional, melainkan sudah bersifat global. Selain dampak globalisasi pada aspek ekonomi, globalisasi dapat pula menimbulkan perubahan pada bidang non-ekonomi, seperti dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan kependudukan       Positif atau negatifnya dampak yang ditimbulkan dengan adanya perubahan-perubahan itu sangat tergantung pada kemampuan daya saing produk yang dihasilkan, kualitas sumber daya manusia, kemampuan adaptasi, dan kebijakan pemerintah. Apabila faktor-faktor ini dimiliki oleh suatu perekonomian, maka walaupun globalisasi dapat menghasilkan berbagai perubahan perekonomian suatu negara, globalisasi justru dapat memberikan keuntungan bagi perekonomian.

       Dampak globalisasi ekonomi cenderung akan menghasilkan kondisi eksternal negatif jika perekonomian kita tidak dapat bersaing dan tetap inefisien. Adanya eksternalitas negatif ini merupakan akibat dari ketidakmampuan pelaku ekonomi nasional dalam memperebutkan peluang pasar dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber perekonomian nasional. Hal ini terutama karena kekuatan dan daya saing ekonomi nasional kita masih lemah. Kurangnya daya saing ini terutama disebabkan karena kelemahan implementasi kebijakan protektif pemerintah selama lebih dari tiga dekade. Seperti yang banyak kita ketahui, industri kita – terutama manufaktur – banyak yang memulai infant industry-nya di proses produksi hilir yang diproteksi oleh kebijakan pemerintah – seperti perakitan mobil dan penguliran pipa misalnya. Sayangnya implementasi kebijakan protektif tersebut tidak dibarengi dengan suatu kondisi yang dapat ‘memaksa’ pelaku industri untuk menginvestasikan hasil keuntungannya ke proses produksi hulu. Para pelaku industri justru banyak yang menginvestasikan hasil keuntungan dari kebijakan protektif tersebut ke jenis industri lain yang juga di proses produksi hilir. Akibatnya sampai sekarang industri kita masih bergantung pada import resources untuk input produksinya; baik itu humanware, technoware, infoware, orgaware, maupun pendanaan. Industri kita hanya mampu membuat barang “made in Indonesia” tetapi bukan “made by Indonesians”.

D. Kebaikan Globalisasi Ekonomi
  • Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan
  • Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.
  • Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
  • Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.
  • Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

E. Perlu Ketahanan Ekonomi

       Krisis multi dimensi yang masih berlanjut hingga saat ini, walaupun intensitasnya berkurang, dapat memperparah kerentanan ekonomi nasional. Proses pemulihan ekonomi kita relatif lamban dibandingkan negara-negara Asia lain seperti Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan. Negara-negara ini secara umum telah pulih dari krisis yang dialaminya. Oleh karena itu, dalam keadaan ekonomi nasional yang semakin terintegrasikan dengan tatanan ekonomi dunia pada abad 21, kondisi yang diperlukan adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan yang terjadi, dalam pengertian dapat memanfaatkan dengan baik peluang yang muncul dan menangkal dampak negatifnya. Langkah penyesuaian ini harus dilakukan dalam bentuk kebijaksanaan makro, sektoral, serta mikro yang adil dan merata. Selain itu diperlukan juga penyusunan rumusan skenario kebijakan ekonomi nasional agar eksternalitas negatif dari globalisasi dapat diminimalkan, bahkan mengubahnya menjadi peluang-peluang(opportunities).


       Ketahanan ekonomi nasional dalam mengatasi dampak negatif globalisasi ekonomi sangat tergantung dari berbagai faktor. Faktor-faktor yang sangat berpengaruh adalah:

(1)daya saing – baik kualitas produk maupun kualitas SDM,
(2)efisiensi,
(3)penguasaaan teknologi dan investasi di proses produksi hulu sebagai tambahan dari proses produksi hilir yang sudah ada,
(4)kemampuan penyesuaian (adjustment capability),
(5)struktur
ekonomi, dan
(6) kebijakan ekonomi yang terintegrasi dengan sektor strategis lainnya, seperti sektor energi dan pangan, guna mewujudkan ketahanan ekonomi.

       Jika faktor-faktor ini tidak dimiliki, maka globalisasi pada akhirnya akan menggilas perekonomian nasional karena ketatnya persaingan dengan pelaku ekonomi dari luar di hampir seluruh kegiatan ekonomi. Tergilasnya ekonomi dapat menimbulkan krisis ekonomi babak kedua yang akan menyebabkan semakin besarnya tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat, tingginya tingkat pengangguran, kompetisi yang tidak sehat antar pelaku ekonomi, dan memperparah kerusakan lingkungan hidup.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

        Globalisasi ekonomi menimbulkan masalah-masalah yang bersifat global pula. Masalah globalisasi dalam tatanan ekonomi nasional Indonesia dapat dilihat dari dua sudut pandang: dampak globalisasi terhadap kondisi internal dan dampak globalisasi terhadap kondisi eksternal. Bentuk dampak pada kedua sisi ini pun dapat berupa dampak positif dan dampak negatif.
        Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar Domestik

B. Saran
       
        Positif atau negatifnya dampak yang ditimbulkan dengan adanya perubahan-perubahan dari globalisasi ekonomi sangat tergantung pada kemampuan daya saing produk yang dihasilkan, kualitas sumber daya manusia, kemampuan adaptasi, dan kebijakan pemerintah. Apabila faktor-faktor ini dimiliki oleh suatu perekonomian, maka walaupun globalisasi dapat menghasilkan berbagai perubahan perekonomian suatu negara, globalisasi justru dapat memberikan keuntungan bagi perekonomian itu sendiri.
        Oleh karena itu, di sini perlu diperlukan sikap yang serius dari pemerintah dan seluruh pelaku ekonomi untuk menanggapi globalisasi ekonomi ini.



Rabu, 05 Oktober 2011

Rasa ku

rasaku padamu tak akan pernah pudar....
kau selalu ada di setiap langkah hidupku, hidupku selalu berwarna dengan adanya kamu di sisiku....
sakit hati ini jika kau berpaling dariku.....
ok....

Selasa, 04 Oktober 2011

Kepercayaan

kepercayaan adalah sebuah kata yang pendek namun mengandung arti yang sangaat dalam...  banyak orang yang tidak memiliki rasa itu. Dengan alasan yang bermacam-macam. ada yang berkata takut, malu, harga diri, dll...
namun sungguh indah bila kita semua manusia ciptaan-Nya mempunyai rasa itu

Impian

adalah sebuah kebanggan bagi kita bila mencapai sebuah kesuksesan. kerja keras bukan hanya menjadi acuan agar seseorang bisa menjadi sukses, ada satu hal yang juga tidak kalah penting, yaitu IMPIAN. banyak orang takut bermimpi, mereka takut bila impian mereka terlalu tinggi. takut jatuh katanya....
Justru dari impian-lah kita mendapat motifasi untuk sukses......

8 sikap wanita yang disukai lelaki

1. Keanak-anakkanDalam batas yg wajar, sifat keanak-anakan seorang wanita menjadi daya tarikan di mata lelaki. Mereka berasa terhibur dengan keletah anda. Tetapi tentulah bukan sifat keanak-anakkan yang melampau dan menyakitkan hati tetapi sikap keanak-anakan yang menyenangkan. Misalnya, kemanjaan wanita yangmembangkitkan naluri kebapaan dan kelakian lelaki. Wanita ceria membuat lelaki lebih berghairah.
2. Penuh Pengertian
Sikap pengertian wanita membuat lelaki berasa dihargai dan diterima seadanya. Sikap ini tercermin dari perasaan mudah memaafkan,
memilih waktu yang tepat untuk berbincang masalah dan sebagainya. Contohnya ketika lelaki melakukan kesilapan, wanita yang berpengertian tidak terus mengeluarkan kata-kata yang kasar atau menuduh bukan2 sebaliknya cuba mengerti duduk persoalannya.
3. Menghargai
Wanita yang menghargai lelaki adalah wanita idaman lelaki. Berbeza dengan wanita yang suka diperlakukan dengan lembut, lelaki suka dihargai, dipuji dengan tulus ikhlas dan diberi kepercayaan. Penghargaan dari wanita membuat lelaki berasa bangga.

4. Menjaga Penampilan
Lelaki menyukai wanita yang pandai menjaga penampilannya agar sentiasa kelihatan cantik, bersih, kemas dan menarik. Penampilan yang baik menunjukkan wanita tersebut menghargai dirinya. Dia akan murah senyuman, pandai merawat tubuhnya, meningkatkan kualiti hidupnya dan memberi yang terbaik kepada dirinya. Dia suka dan bersyukur dengan dirinya dan secara tidak langsung memancarkan pesona yg menyebabkan elaki juga menyukainya. Apabila sudah berumahtangga, wanita tersebut terus menjaga penampilan dirinya dan kesihatan tubuh badan walau sudah beranak-pinak. Siapa yang tidak suka isteri yang masih kelihatan cantik dan ramping walau dah punya anak 3??
5. Pandai berbicara
Lelaki tertarik dengan wanita yang pandai berkomunikasi dan boleh diajak berbual. Walau topik perbualan yang disukai lelaki berbeza dengan topik kegemaran wanita, wanita tersebut dapat mengimbanginya. Dia bukan sekadar teman berbual yang pasif, tetapi dapat memberi respon dan pendapat yang baik. Dia juga tahu menjadi pendengar yang baik, serta mengalihkan topik yang agak serius kepada perbualan yang lebih menarik. Lelaki juga suka dengan wanita yang suka bergurau dan pandai berjenaka serta boleh menerima jenaka lelaki dengan baik dan berfikiran terbuka.
6. Pandai Bergaul dan Menyesuaikan Diri
Wanita yang pandai bergaul dan menyesuaikan diri mempunyai nilai lebih di mata lelaki. Wanita tersebut tahu menghadapi orang yang lebih tua dan cara berhadapan dengan orang yang lebih muda. Apabila berhadapan dengan suasana yang baru, wanita tersebut tidak gentar malah cepat menyesuaikan diri. Dia mudah di ajak ke mana saja dan tidak kekok samada di bandar atau di kampung.
7. Menghormati Diri Sendiri
Lelaki suka dengan wanita yang menghormati dirinya sendiri sebagai seorang wanita, bersikap sopan dan mempunyai etika. Wanita yang menghormati dirinya sendiri mempunyai keyakinan dan tahu apa yg baik dan buruk diperlakukan oleh seorang lelaki terhadap dirinya. Jadi dia tahu apa yg dia inginkan dan mahu elakkan serta menjaga maruah dirinya. Dia tidak akan merendah-rendahkan dirinya dan tidak akan membiarkan lelaki memperlakukan dirinya sesuka hati.
8. Simpati dan prihatin
Lelaki suka wanita yang murah hati, mengambil berat, simpati pada nasib yg susah, sayangkan kanak-kanak dan tidak memilih bulu. Kebaikan yang wajar dan spontan mencerminkan hati yang mulia. Ada kecantikan dalaman pada dirinya yang memancar keluar dengan indah & mempesona...

Senin, 03 Oktober 2011

pengorbanan

mencapai sebuah kesuksesan harus di barengi dengan sebuah pergorbanan......
sukses akan terasa indah jika didapati dengan perjuangan dan kerja keras,,,,,, namun banyak orang lebih memilih sukses dengan cara yang instan. mereka takut dengan kegagalan...
tanpa mereka tahu dan sadari, kesuksesan tanpa adanya pegorbanan adalah kesia-siaan belaka.
oleh karena itu janganlah kita takut akan kegagalan,
karena kegagalan adalah  bukti bahwa kita pernah berjuang meraih sebuah kesuksesan yang indah......

Kerja Keras

Saat kita berusaha meraih sesuatu, kemudian kita tidak bisa meraihnya adalah sebuah kegagalan. namun bukan berarti kita harus menyesali kegagalan itu. kita harus bangkit dan yakin bahwa sebuah kegagalan adalah sebuah sukses yang tertunda. justru dengan kegagalan itu, kita tau bahwa kita tidak hanya berdiam diri dalam mencapai sebuah kesuksesan, tapi kita telah berusaha dan bekerja keras. hanya tinggal waktu yang akan membuktikan kapan kesuksesan itu dapat kita nikmati

Template by:

Free Blog Templates